Minggu, 26 Juni 2016

Keris Omyang Jimbe

KERIS DAPUR UMYANG

Menurut Panembahan Hadiwidjaja Sang Maharsitama, pakar perkerisan dari karaton Surakarta , Istilah keris berasal dari bahasa Sangsekerta atau Sanskrit yaitu kris yang berarti menghunus. Sedangkan menurut etimologi jawa, Keris berasal dari dua kata yaitu Sinengker yang memiliki arti rahasia atau disembunyikan dan kata Aris yang berarti bijaksana,hati-hati. Dengan demikian Kata Keris mengandung maksud agar manusia yang memiliki atau memegang keris mempunyai sikap yang rendah hati, tidak suka menonjolkan diri, tidak sombong, yang dikiaskan dengan bahasa sinengker dan juga mempunyai sikap yang bijaksana, hati-hati, tidak sembrono atau grusa-grusu.
Keris juga mempunyai nama lain, seperti dhuwung dari dua kata udhu dan kuwung. Udhu berarti sumbangan atau kontribusi, sedang kuwung berarti kehormatan atau kewibawaan. Dari istilah ini diharapkan keris memberikan kontribusi meningkatkan derajat, wibawa dan kehormatan bagi pemiliknya.
Selain dhuwung, ada lagi nama lain dari keris yaitu curiga. Kata Curiga berasal dari dua kata yaitu Curi dan Raga, dimana curi berarti tajam dan raga berarti fisik atau benda.  Dengan demikian keris memiliki arti benda tajam atau senjata tajam, yang diartikan agar si pemilik keris itu mendapatkan pikiran tajam, cerdas atau premana. Ada juga nama lian dari keris yaitu kadga yang artinya senjata tajam juga. Ada yang menyebutkan siyunge Bathara Kala (taring Batara Kala).  Disebut demikian karena menurut mitos, keris pada awalnya diciptakan dari siyung atau gigi taringnya Bathara(dewa) Kala, yaitu dewa raksasa pemakan manusia (kala artinya waktu, bisa diartikan dengan takdir).
Keris juga termasuk ke dalam kelompok tosan aji,yaitu kelompok senjata besi atau logam (tosan) yang aji (berharga). Berharga disini karena keris bukan senjata tajam biasa melainkan senjata yang dihormati, diagungkan, yang tidak boleh sembarangan digunakan
Beberapa Literatur mengatakan bahwa Umyang adalah nama seorang Empu yang hidup di jaman Pajang. Dan karena itu, sebenarnya nama Umyang bukanlah nama dapur keris. Namun meski demikian, masyarakat per-keris-an di Jawa Tengah dan Jawa Timur kerap kali atau bisa dibilang familiar dengan yang disebut sebagai keris dapur umyang. Cirinya adalah terdapat ukiran atau relief sepasang manusia (kadang disebut puthut atau badjang) di sebelah kanan dan kiri dapurnya (gandhik atau kadang di bagianwadidang). Sepasang manusia tersebut saling membelakangi – dengan posisi tangan menyembah atau menengadah. Ciri tambahan lain (tidak selalu ada) adalah terdapat tulisan huruf jawa, relief beringin, payung, dan padi kapas di bilahnya.Istilah yang baku untuk keris umyang ini sebenarnya adalah Keris Dapur Puthut (kembar). Jadi bisa dibilang bahwa keris umyang adalah istilah pasar bagi keris dapur Puthut (Kembar).
Apakah Empu Ompyang selalu (atau yang) membuat keris dapur Puthut Kembar ? Tidak bisa dipastikan demikian. Hanya saja dalam literatur-literatur disebutkan bahwa Empu Ompyang adalah seorang seorang empu yang senior, sangat mumpuni dan master piece dalam membabar pusaka. Sangat diragukan jika Beliau membuat keris pasaran sebagaimana Keris Dapur Umyang yang beredar di masyarakat.
Masih dalam kaitannya dengan Empu Omyang, dahulu sampai pertengahan abad ke-20, banyak pemilik keris umyang yang mengasapinya dengan asap kemenyan setiap malam Rabu Pon, yang dianggap sebagai hari wafatnya Empu Umyang. Pengasapan kemenyan itu dimaksudkan agar tuah keris itu terpelihara. Namun sedikit demi sedikit kebiasaan itu mulai ditinggalkan orang, hingga abad ke-21 amat jarang orang melakukan ritual semacam itu.
            Ada pula yang mengatakan bahwa nama sebutan Umyang adalah sebutan bagi sepasang puthut/badjang dan “kegunaan” keris tersebut. Jenis keris umyang ada beragam. Ada Umyang Jimbe, Umyang Tagih, Umyang Beras, Umyang Panimbal, Umyang Tombak dan lain sebagainya. Melihat penamaan keris ini, bisa langsung ditebak bahwa tujuan utama sang pembuat dan pemilik keris ini berintensi mendapatkan bantuan atau pertolongan dari piandel tersebut. Umyang Jimbe dipercaya bisa membantu melancarkan usaha dan menghalau rintangan, Umyang Panimbal dipercaya bisa mendatangkan / memanggil rejeki, Umyang Tagih membantu pemiliknya menagihkan utang-utang orang lain kepadanya, bahkan Umyang Beras diyakini bisa membuat beras yang ada di tempat beras tidak akan habis. Wallahualam.
            Kembali ke masalah nama – dinamakan umyang karena kedua puthut ini yang “ngumyang” (umek, sibuk, berusaha keras sambil ngomel dan berceloteh). Kata Umyang sendiri, menurut arti lain bahasa jawa adalah seseorang yang "ngumyang" atau menggigau..tidak sadar. Jadi sepasang manusia pada dapur umyang tersebut dianggap sebagai “prewangan” yang membantu pemilik pusaka tersebut melancarkan maksud-tujuannya. Rasanya logika penamaan ini cukup masuk akal.

Karena sifat dapur keris Puthut Kembar sebagaimana terurai di atas, maka sangat kuat bahwa dikalangan pecinta keris, dapur umyang lebih dimaknai sebagai benda isoteris klenik yang kental dengan dunia perdukunan. Penggemarnya pun juga kebanyakan dari kalangan pengusaha atau pedagang. Padahal bila dicermati lebih dalam, kita bisa menggali banyak nilai filosofis keris dapur puthut kembar ini – dibandingkan sekedar berharap rejeki dari benda mati.
          Mari kita coba melihat nilai-nilai tersebut karena keris sebagai hasil karya seni juga merupakan sebentuk bahasa – alat komunikasi. Bahasa adalah sarana yang membawa banyak muatan, baik muatan komunikasi, karakteristik penutur/pembuat, sampai relasi nilai yang paling substansial. Bahasa adalah sebuah simbol. Sebagai sebuah bahasa, bentuk dan gambar berbicara menunjuk tentang lambang/simbolisasi sesuatu yang mempunyai kandungan makna melampaui dirinya sendiri.
Dalam kaitannya dengan dunia pe-keris-an juga sama halnya. Keris kerap dikatakan juga sebagai alat penanda jaman / sengkalan suatu masa atau kejadian tertentu. Misal, Keris dengan kinatah Gajah Singo pada gonjo yang melambangkan sengkalan tahun 1558, pertanda berhasilnya pasukan Sultan Agung menumpas pemberontakan pragola di Pati, dan beberapa contoh keris lainnya. Dan sesungguhnya lebih dari itu, keris juga bisa mempunyai maksud pralambang atau simbolisasi. Dan ini bisa sangat jamak kita temui dalam hampir pada semua keris, termasuk pada keris dapur Puthut Kembar ini.

Puthut, dalam istilah Jawa bermakna Murid atau Santri atau Cantrik, seseorang yang berguru atau belajar ilmu (apa saja) pada seorang guru/resi/pandita dsb. Putut adalah seorang pendeta atau petapa muda (Frater?). Bentuk puthut ini konon berasal dari legenda tentang cantrik yang diminta menjaga sebuah pusaka oleh sang guru. Ia diminta untuk menjaga (berjaga), sambil terus berdoa dan memohon pertolongan serta kekuatan dari Yang Maha Kuasa.
Ada murid laki-laki ada perempuan, keduanya juga melambangkan keseimbangan dan juga perpaduan, bahwa apa yang ada di bumi ini selalu berpasang-pasangan. Ada laki-laki dan perempuan, ada siang dan malam, ada gelap dan terang, ada hitam dan putih, ada sedih dan gembira, ada yin dan yang. Pada keris dapur puthut, ini bisa kita amati bahwa bentuk wajah Puthut seolah-olah berupa orang laki-laki di bagian depan (gandik) dan perempuan di bagian belakang (wadidang). Dan keduanya tampak menggenakan gelungan ikat kepala.Posisi duduk bersimpuh (bertapa) : menengadahkan tangan seperti posisi berdoa. Sebagai murid, untuk mencapai suatu ilmu, harus menjalaninya dengan proses tirakat, semedi untuk mencapai keheningan, kebersihan batin, tawakal dan berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa . Jika jiwa kita bersih, maka kita akan dengan mudah menyerap ilmu yang kita pelajari. Sebagai murid, atau orang yang sedang belajar harus bisa menjauhkan diri dari sifat sombong, congkak atau sifat merasa tahu (rumongso biso/sok tahu) Harusnya "biso rumongso". Perlu membuka wawasan, mawas diri, rendah hati, sederhana, andhap ashor dan bersedia belajar dari orang lain. Itulah laku yang harus dijalankan oleh murid / santri / cantrik di jaman dulu, kemarin, sekarang serta jaman-jaman seterusnya. Itulah pakem seorang murid.
Dengan mendalami arti relief sepasang manusia pada dapur keris tersebut maka kita akan bisa membedakan arti relief puthut dengan relief umyang. Dengan memahami dan menghayati arti yang berbeda maka kita akan mempunyaienergi yang berbeda pula. Jika kita condong memahami keris tersebut sebagai“bocah ngumyang” yang lebih ke urusan rejeki atau penagihan maka energi kita juga akan lebih kemrungsung akan harta benda. Jika kita melihat sepasang bocah sebagai puthut yang nyantri / murid – maka kita akan lebih bersikap andhap asor dan mendudukkan diri sebagai murid di hadapan Yang Maha Kuasa, sesama dan lingkungan jagat yang amat luas ini.
Posisi sikap keduanya sama yaitu sama-sama tangan menengadah ke atas (atau menyembah). Keduanya sama-sama memohon ke TUHAN YME. Hanya tujuannya yang berbeda karena“spiritualitas” yang berbeda. Yang satu memohon pemahaman hidup (sejatining urip) – yang lain memohon jaminan kekayaan harta/materi.

VARIASI BENTUK KERIS DAPUR PUTHUT
Selain bentuk umumnya keris dapur umyang atau puthut kembar sebagaimana di atas, di kalangan per-keris-an dijumpai pula beberapa versi lainnya. Ada yang dalam bentuk Bethok ber-relief Umyang (Bethok buda sebagai ciri dari jaman abad 5), ada yang cuma satu puthut-nya, ada variasi lainnya yaitu satu sisi puthut / badjang/ umyang dan sisi lainnya macan, umyang-naga (ada yang menyebut naga pandhita) dsb. (lihat gambar koleksi)

MITOS (SISI ISOTERI) SEPUTAR KERIS DAPUR UMYANG
"Setahu sy tdp 9 jenis Umyang dg khasiyat berbeda. Sedang sy incar, bbrp umyang di jogya, malang dan lampung. Yg di bantul milik pak jankung Umyang beras( selalu terbukti dapat memenuhkan gelas berisi bbrp butir beras menjadi penuh dlm kurang dr 5 menit), di sorowajan jogja ktk sy datangi ke rumah pemilik, malah umyangnya berbahan batu mengandung logam mirip bethok buda(amat tua, sptnya dr jaman buda sebelum abad 4), umyang jk beraksara mk termasuk masih muda, paling tua dr jaman majapahit dg besi hitam kelengan spt milik pak MH di poto.
Di sleman umyang tumbak milik pak nyot super langka. Dr jaman kerajaan Kediri (Daha), makannya darah manusia, jk ditaruh 1 gelas penuh darah malamnya, mk paginya akan susut inggal 1/4 kadang 1/2 gelas, khodam 2 raja bajang dr jenis berwarna kuning keemasan. Bentuknya mirip arca Gupolo tp cebol.

Di Tempel Sleman, umyang milik rekan sepuh sy di sana jk digores silang (X) ke sebidang tanah, mk si pemilik tanah akan segera minta dibeli tanahnya oleh si penggores.

Di bogor milik sepuh asal jatim, umyang dipake menagih hutang, dg menyuruh khodamnya mengganggu si penghutang, misal ktk tidur ranjangnya diangkat ingga terbalik, diteror, dsb hingga dai membayar hutangnya(Umyang Tagih)

Umyang sy bentuk(nya) mirip umyang pak MH yg wana hitam tanpa aksara dr jaman singosari besi warna abu2 khodam 1 bajang jenis warna hitam yg ganas, sy kembalikan ke pemilik semula.

Di Purworejo Umyang jk ditarik dr warangka mk sontak listrik rumah padam, kejadian 2x ditarik 2 kali padam, js Umyang sekaligus Sumpet(Singkir) geni.
Di malang umyang didapat dr benteng pendem cilacap ukuran besar seperti pedang, di mulut pututnya tdp emas dan matanya tdp batu mirah, di lampung ktk sy telpon pemiliknya sering bingung dengar suara tangisan bayi di malam hari, semntara jk sawah mrk panen, mk hasilnya melebihi ukuran normal. Misal 1 hektar sawah umpama panen 4 ton mk doi timbang hasilnya 10-12 ton.

Sdg mencari channel ke seorang pedagang khusus Umyang yg mencari umyang hati, jk ditusukkan ke hati ayam, mk dlm 1-3 menit hati akan kering, bahkan pecah-rekah. Doi berani bayar mahal utk itu.

           Sekedar sharing info. Konon khabarnya, keris omyang jimbe perawatannya cukup sulit. Artinya, tidak setiap orang kuat memangku derajat atau sawab yang terkandung pada pusaka ini. Seperti merawat seorang bayi, siapa saja yang memiliki pusaka jenis ini harus telaten, sabar dan tak mudah emosi. Selain itu, tak boleh terlambat barang sehari dalam memberi srono/syarat/saji, jika tak menginginkan yoni pusaka ini marah, dan kemudian menghantam pemiliknya. Sehingga keris ini tidak cocok dirawat oleh orang yang berwatak berangasan, kasar, suka menang sendiri, dan tidak peka terhadap perasaan orang lain.
Keris Omyang Jimbe tergolong sulit. Sebab pusaka yang satu ini tidak suka dicampur dgn pusaka jenis apapun. Dia lebih senang ditempatkan pada tempat yang sepi, bersih, rapi, dan jauh dari keramaian. Jika dipaksa untuk campur, bukan tidak mungkin pusaka yang selalu basah akibat tuanya besi baja itu akan marah.
Lebih mengerikan, jika pusaka ini murka, maka yang diserang adalah pemiliknya sendiri. Jika marah, pemiliknya akan selalu dihantui dengan mimpi buruk, misal mimpi kecelakaan, dikejar binatang buas. Yang terparah, pemilik akan mengalami stress.
Khasiat Keris Omyang Jimbe : bisa buat menunjang mencari nafkah asal si pemilik nayuh dulu. Khasiat lain : dapat dipakai untuk menagih utang. Jika si penghutang ngotot tidak mau bayar, dia bisa gila dan baru sembuh jika hutangnya terlunasi…."
Keris Omyang Jimbe adalah pusaka mistik  yang di dalamnya terdapat khodam dari golongan omyang jimbe. Khodam dari golongan omyang jimbe adalah khodam yang memiliki kelebihan untuk memudahkan mendapatkan kekayaan, menarik simpati orang sehingga dagangan menjadi laris, mempengaruhi hati lawan negosiasiasi. Sehingga keputusannya cenderung lebih menguntungkan Anda. Melunakkan hati rekan bisnis dan digunakan juga sebagai sarana memantapkan kharisma dan kewibawaan sehingga tidaklah mengherankan manakala banyak para pejabat, tokoh politik, dan orang-orang besar menyimpan keris omyang jimbe.


Kamis, 09 Juni 2016

Ilmu Kesaktian




  1. AJIAN RAJAH KALACAKRA – Rajah Kalachakra merupakan senjata ghoib yang bisa untuk membinasakan musuh yang sakti. Rajah inipun juga bisa untuk pagaran tubuh, pagaran rumah dan lain-lainnya. Biasanya rajah ini berupa sinar berputar dan terletak didada pemiliknya. Bagi yang sudah bisa melihat alam ghoib, akan bisa melihat wujud rajah ini.
  2. AJIAN BRAJAMUSTI – Dizaman dulu aji Brajamusti adalah aji kebanggan para pendekar. Kerana aji Brajamusti ini merupakan perisai badan yang ampuh sekali. Orang yang mempunyai aji brajamusti mempunyai kekuatan badan dan kekuatan ghaib yang tidak ada tandinggannya. Maka orang yang memiliki tidak bisa menggunakan aji brajamusti kalau tidak dalam keadaan terpaksa. Sebab kalau digunakan sembarangan bisa membahayakan lawan. Kegunaan aji brajamusti selain untuk mengisi kekuatan badan dan tangan, aji barajamusti juga sebagai aji kekebalan terhadap berbagai macam senjata tajam. Senjata yang ampuh bagaimanapun kalau terkena aji brajamusti pasti akan tawar, tak bertuah.
  3. AJIAN BANDUNG BONDOWOSO – Seperti halnya aji Brajamusti, aji Bandung Bondowoso juga mempunyai khasiat yang luar biasa hebatnya. bagi orang yang mengamalkan aji Bandung Bodowoso akan mempunyai kekuatan badan yang mentakjubkan. Barang yang mustahil bisa diangkat dengan kekuatan manusia, maka dengan aji Bandung Bodowoso barang itu dapat diangkat dengan mudah. Bahkan lebih dari itu dengan aji ini orang bisa menagkis tanpa cidera semua senjata tajam. Senjata tajam akan terpental dengan sendirinya bila mengenai badannya.
  4. AJIAN INTI LEBUR SAKHETI – Inti lebur saketi merupakan ajian pamungkas handalan beberapa perguruan. Ajian ini bila diamalkan terus menerus dayanya sangat hebat, bisa digunakan untuk membakar hangus golongan jin yang sakti. Tetapi bisa juga untuk pengobatan, khususnya orang yang kena santet, teluh, tenung, sihir dan lainlainnya lagi. Aji ini kerana dayanya yang dahsyat tidak bisa digunakan sembarangan.
  5. AJIAN KOMARA GENI – Aji Komara Geni sejenis Gembala Geni yang juga merupakan aji pamungkas. Komara Geni bisa juga digunakan untuk membakar bangsa jin. kegunaan aji Komara Geni selain untuk pukulan kontak membakar jin, juga untuk pagaran badan, pagaran rumah dan pengobatan berbagai penyakit. Yang penting adalah niat si empunya aji ini.
  6. AJIAN BADA’ TUBI – Sebenarnya aji Bada’ Tubi ini merupakan aji kekebalan yang tak kalah dengan aji Tameng Waja atau Blabak Pengantolan. Bahkan aji ini mempunyai kelebihan untuk bertempur. Ilmu kontak Bada’ Tubi bisa membikin lawan kaku seperi patung (terkunci).
  7. AJIAN JALA SUTRA – Aji Jala Sutra bila diamalkan dengan baik dapat untuk melumpuhkan lawan dan kesaktiannya. Biasanya musuh yang kena aji Jala Sutra akan menjadi lemah tak berdaya, semua kesaktian seolaholah punah.
  8. AJIAN KANCING KONCI – Amalan Kancing Konci ini khusus digunakan untuk mengunci lawan. lawan yang terkunci gerakannya akan terhenti seketika dan seolah-olah tubuhnya kaku, sukar digerakkan. amalan Kancing Kunci ini sangat penting dimilki oleh orang-orang perguruan tenaga dalam, kerana bisa menunjang keampuhan jurus-jurus kuncian.
  9. AJIAN GELAP SAYUTA – Orang dulu sering membangga-banggakan aji Gelap Sayuta, kerana orang yang mengamalkan ajian ini suaranya bisa menggetarkan orang yang mendengarkan. Untuk pukulan tenaga dalam yang dilamuri ajian ini bisa mematikan lawan.
  10. AJIAN QULHU GENI – Qulhu Geni merupakan ajian khusus untuk mengalahkan bangsa jin setan, Menurut orang dulu bila dibaca 1 kali, maka syetan putus tangan kirinya, bila dibaca 2 kali putus tangan kanannya, bila dibaca 3 kali putus kedua kakinya dan bila dibaca 4 kali akan lebur seluruh badannya.
  11. AJIAN QULHU DERGA BALIK – Kekuatan Qulhu Derga Balik hampir serupa dengan Qulhu Geni dan Komara Geni. amalan ini bisa digunakan untuk kontak, pagaran tubuh dan mengobati orang kena tenung, santet,. Bla diserang akan kembali pada sipenyerang. Sudah barang tentu agar amalan ini bisa lebih mujarab harus sering di wirid.
  12. AJIAN MACAN PUTIH – Aji Macan Putih merupakan aji kewibawaan yang sangat tinggi. Bila aji ini diwatek (di rapal), suaranya bisa membuat lawan gemetar dan nyali lawan menjadi kecil.
  13. AJIAN LEMBU SEKILAN – Aji Lembu Sekilan ini sangat terkenal sejak dahulu, hingga sekarang. Aji ini memang sangat baik untuk keselamatan dalam pertempuran. Bila diamalkan dengan baik semua serangan lawan baik menggunakan tangan kosong maupun senjata tajam bahkan senjata api tak akan mengenianya.
  14. AJIAN TAMENG WAJA – Aji Tameng Waja adalah aji khusus kekebalan. daya keampuhannya memang hampir dengan aji Lembu Sekilan. barang siapa mengamalkan aji tameng waja ini dengan baik Insya Allah dalam suatu pertempuran tidak akan cedera oleh senjata lawan.
  15. AJIAN TEGUH ALOT PAYUNG ALLOH – Aji Teguh Alot Payung Allah ini adalah merupakan aji keselamatan dan kekebalan yang sangat ampuh. Dulu aji ini sangat dirahasiakan, setelah ditimbang-timbang demi perkembangan ilmu didunia ini maka bisa disebar luaskan.
  16. AJIAN PANCASONA – Aji Pancasona sangat terkenal sejak zaman dahulu. Dalam pewayangan aji ini dimiliki oleh Prabu Dasamuka. Siapa memiliki Aji Pancasona sukar untuk matinya. Kerana bila tertembak misalnya dan kena hingga mati, maka setelah jatuh ke tanah ia akan hidup lagi dan bekas lukalukanya akan lenyap. Aji Pancasona memang hampir sama dengan aji Rawarontek. Orang yang memiliki aji ini matinya hanya bisa bila kepala dan tubuhnya dipisahkan dan ditaruh di tempat yang sangat jauh, bila mungkin dipendam di dalam sumur yang dalam.
  17. AJIAN BENGKELENG – Aji Bengkeleng di zaman dahulu sangat dirahasiakan. Kerana itu sangat jarang yang memilikinya. Keunggulan aji Bengkeleng sebagai ilmu kebal adalah kalau orang yang mengamalkan aji tersebut sempurna, bila kena senjata tajam dan peluru rasanya seperti kena titisan air.
  18. AJIAN PAYUNG ALLOH – Amalan Payung Allah adalah amalan untuk keselamatan atau pageran badan. Amalan ini nampaknya memang sederhana, tetapi khasiatnya sangat luar biasa. Amalan ini sangat penting untuk mereka yang sering bergelut dengan dunia kekerasan.
  19. AJIAN WA LAQAD – Amalan Wa Laqad yang diambil dari surat saba’ ayat 10 mmpunyai khasiat yang mengagumkan yaitu Untuk ajian  dan Untuk kesaktian yang dapat membengkokkan besi atau mematahkan baja.
  20. AJIAN SAIFI ANGIN – atau Sapu Angin adalah suatu kedikdayaan yang dapat mempercepat seseorang dalam perjalanan. Dengan aji Sapu Angin ini orang dapat menempuh jarak jauh dalam waktu yang singkat, ibaratnya lebih cepat darai pesawat terbang. Aji ini pula yang menjadikan orang seperti kijang atau burung srikatan dalam kecepatan bergerak. Orang yang mempunyai aji sapu angin dan mengamalkan dengan baik dapat meringankan tubuh sringan-ringannya, sehingga dapat lari cepat sekali. Dahulu para wali songo selalu menggunakan aji sapu angin ini, khusunya bila diundang untuk rapat di masjid demak.
  21. AJIAN SUKET KALANJANA – Aji Suket Kalanjana merupakan aji untuk melihat alam ghaib, aji ini sangat kuno dan langka. Jarang orang yang memilikinya. aji Suket Kalanjana ini bila diamalkan dengan baik akan bisa tahu alam ghaib, seperti tahu ujudnya bangsa jin, setan dan sebagainya hanya saja syarat laku ilmu ini sangat sukar, kecuali bagi orang-orang yang berbakat.
  22. AJIAN PANGLIMUNAN – Sangat jarang orang sakti yang memiliki aji Panglimunan. aji Panglimunan adalah aji untuk menghilang atau untuk menutup suatu benda agar tidak nampak. aji ini memang cukup berbahaya bila disalah gunakan.
  23. AJIAN SENGGORO MACAN – Aji Senggoro Macan adalah suatu ilmu kedikdayaan yang diambil dari nenek moyang dari daya kewibawaan binatang macan. apabila seekor macan telah mengeluarkan aumnya maka calon mangsanya tidak akan berkutik. Untuk dapat menguasai ilmu tidak mudah, siapa saja yang mempunyai ilmu ini akan disegani oleh segenap manusia.
  24. AJIAN ILMU KARANG – Orang yang memiliki ilmu ini akan ditakuti lawan, sebab bila sampai terkena tanggannya menyebabkan kematian. apa yang tersentuh oleh tangan orang yang menguasai Ilmu Karang akan lebur. Di Kalimantan ilmu ini disebut dengan Pelebur. Persyaratan agar kita bisa memiliki ilmu yang langka ini tidaklah mudah, sebab ilmu ini yang ditakuti oleh semua mahluk. Untuk mendapatkan dan memiliki ilmu ini kita harus mampu menaklukkan berbagai cobaan dari diri kita dan dari bangsa jin.
  25. AJIAN MEGANANDA – Aji ini adalah suatu ilmu yang dapat menidurkan orang /lawan. keampuhan ilmu sulit dicari tandingannya dari zaman nenek moyang hingga kini.
  26. AJIAN KRESNA – Aji Kresna ini untuk menjadikan tubuh seperti raksasa bila dilihat musuh . Bila tidak dalam keadaan terancam keselamatan dirinya, tidak bisa aji yang satu ini dikeluarkan. Sebab musuh akan menjadi gila kerana takut dengan penglihatannya. Dalam pewayangan, yang memiliki aji ini hanyalah Prabu Dewa Kresna.
  27. AJIAN PENATASAN – Orang yang menyimpan ilmu penatasan ini akan dapat melumpuhkan lawan tanpa perlawanan. Sebab penatasan sejenis ilmu yang dapat melumpuhkan lawan dan mematikan semua ilmu yamng dimilkilawan. orang yang memilki ilmu ini hanya menggunakan lewat tangan atau mata. Tentunya dengan menggunakan jurus-jurus dan ilmu-ilmu tersebut dialirkan pada tangan, atau kaki, mata. Akan tetapi dalam penggunaan ilmu ini tidak bisa sembarangan. Kalau kita dalam keadaan terdesak barulah ilmu bisa anda keluarkan, sebab jika tidak dalam keadaan yang membahayakan keselamatan, dan ilmu digunakan dulu, maka musuh akan lumpuh total. Persyaratan untuk mendapatkan ilmu ini juga tidak mudah dilaksanakan.
  28. AJIAN TUGUMANIK JAYAKUSUMA – Kehebatan dan kegunaan ilmu ini hampir menyerupai ilmu Pancasona, namun ilmu juga berbeda dengan dengan ilmu Pancasona, jika ilmu Pancasona bisa hidup kembali bila potongan tubuhnya tidak dikubur melalui sungai. akan tetapi ilmu Tugumanik Jayakusuma tidak akan mati kalau belum waktunya.(kalau belum tuhan yang mematikan).
  29. AJIAN PANGUNCEN – Aji Panguncen ini salah satu ilmu yang digunakan para siswa perguruan tenaga dalam. Sebab dengan ilmu ini musuh bila terkena akan terhenti gerakannya. Dalam pengerakan ilmu ini kita harus mempunyai tenaga dalam yang sudah sempurna.
  30. AJIAN CIUNG WANARA – Dengan aji Ciung Wanara ini anda mampu mengalahkan musuh yang sangat tinggi ilmunya. Bukan itu saja anda akan ditakuti segenap binatang, baik binatang yang hidup didarat maupun yang hidup diair. Aji Ciung Wanara juga dapat menundukkan bangsa jin dan bangsa makhluk ghaib lainnya. Serta dapat menundukkan ilmu sesat seperti tenung, teluh dan santet.
  31. AJIAN GEMBALA GENI – Siapa yang memiliki aji Gembala Geni bila digunakan maka bangsa jin akan terbakar. Disamping itu bisa digunakan untuk membakar orang yang mempunyai sifat angkara murka. Persyaratan untuk dapat memiliki ilmu Gembala Geni tidaklah ringan. Berbagai cobaan yang menggoda dada kita harus mampu kita tundukkan. Bila kita masih bernafsu untuk menyombongkan suatu ilmu seperti gembala Geni mengakibatkan diri kita terasa terbakar.
  32. AJIAN KIDANG KUNING – Orang yang memiliki ilmu satu ini dalam berjalan atau dalam bepergian jauh dengan kecepatan yang luar biasa dan susah diikuti dengan pandangan mata. Dalam dunia pesilatan ilmu ini disebut ilmu meringankan tubuh. Dengan secepat kilat kita akan sampai pada tempat yang dituju.
  33. AJIAN TINGGENGAN – Aji Tinggengan ini kegunaannya sama dengan aji Panguncen. Bila orang yang memiliki aji Tinggengan ini dalam menghadapi lawannya dialirkan lewat tangannya hingga lawan yang terkena sentuhan tangannya tidak akan bergerak.
  34. AJIAN WISA KIBLAT PAPAT -racun yang dikeluarkan binatang seperti ular, sangat membahayakan bagi keselamatan orang yang digigitnya. Tapi bila orang orang yang digigit ular dan binatang beracun lainnya mempunyai penangkalnya tidaklah hal yang aneh. Anda bisa menangkal racun tersebut dengan menggunakan aji Kiblat Papat.
  35. AJIAN WISA BATHARI DURGA – adalah aji untuk menangkal racun ular belang. Yang mana racun tersebut sangat ganas. Bila ada orang yang digigit ular tersebut tidak segera diobati akan membawa pada kematian. Namun selama ini belum ada obat yang dapat menangkal racun ular tersebut. Sebab racun tersebut menjalar dengan cepat dalam aliran darah dan langsung menyerang jantung. Dalam beberapa menit orang tersebut akan mati . Bila anda menguasai aji ini dengan mudah menyembuhkannya.
  36. AJIAN WISA SANG KALITAR PUTIH – Orang yang memiliki aji Wisa Kalitar Putih akan mampu menundukkan bisa racun ular sendok/cobra. Racun ular cobra hampir sama dengan ular belang. Kekuatan racun ular cobra agak lambat menjalar ke jantung.
  37. AJIAN WISA WARIS KANJENG SINUHUN YOGYAKARTA – Warisan ilmu sebenarnya jarang diturunkan pada anaknya. Namun berhubung banyak masyarakat waktu zaman kerajaan yang takut dengan racun ular ataupun racun kalajengking, maka ilmu diajarkan pada masyarakat.
  38. AJIAN PAMBUNGKEM SAWER (ULAR) – Aji ini untuk melumpuhkan ular dengan cara membungkam mulutnya agar tidak mengigit kita.
  39. AJIAN BISA KALAJENGKING – Binatang kalajengking juga mempunyai bisa yang kuat, apalagi kalajengking yang berwarna biru. Untuk menangkal racun tersebut gunakan mantra aji wisa kalajengking.
  40. AJIAN SEMAR NANGIS – adalah ilmu pelet tingkat tinggi. Dalam pelaksanaan puasa untuk dapat memilki ilmu ini, harus berpuasa selama 4 hari 4 malam, kemudian dilanjutkan dengan pati geni semalam.
  41. AJIAN SELASIH IRENG – Ilmu pelet yang sangat tepat bila digunakan pada anak perempuan yang sombong / orang tuanya tidak menyukai anda.
  42. AJIAN SEMAR KUNING – Pengasihan Semar Kuning digunakan untuk perempuan yang memutuskan hubungan cinta. Bila aji ini anda rapal maka perempuan yang anda tuju akan menangis untuk meminta kembali bersatu. Jika anda tidak melayani permintaan untuk kembali lagi dengannya bisa mengakibatkan gila.
  43. AJIAN SILU JANGGAH – Kegunaan ilmu ini untuk guna-guna pada seorang gadis yang menjadi rebutan. Apabila gadis tersebut sudah takluk apada anda, jangan dipermainkan cintanya.
  44. AJIAN WIJAYAKUSUMA – Aji ini sebenarnya milik raja-raja dizaman dahulu. Sehingga banyak rakyat dijadikan selir. Anda bisa memiliki ilmu ini namun anda harus mampu membahagiakan para isteri anda.
  45. AJIAN DEWA MANIK – Aji Dewa Manik ini bila dirapal pada suatu perkumpulan, anda akan disenangi orang yang berada di perkumpulan tersebut. Dan apabila dirapal seseorang pada orang yang dikehendaki, maka anda akan dikasihi oleh orang tersebut.
  46. AJIAN JARAN GOYANG – Ilmu pelet yang sudah sangat terkenal. Persyaratan untuk memiliki ilmu ini tidaklah mudah. Sebab ilmu Jarang Goyang sangat ampuh untuk mengguna-guna seorang gadis atau sebaliknya.
  47. AJIAN MENJANGAN PUTIH – Kegunaan dari ilmu ini sama dengan pengasihan lainnya.
Dan masih banyak ajian sakti lainnya, dan tentunya semua dilakukan dengan syarat tertentu seperti tirakat atau puasa 
" Ngelmu iku kalakone kanthi laku, lekase lawan kas, tegese kas nyantosani, setya budya pangekese durangkara "
Nuwun.